Menjajal Hal Menantang, Berfoto Diantara Perbatasan “Dua Dunia”

Desa Entikong yang ada di Provinsi Kalimantan Barat merupakan satu dari beberapa perbatasan yang membagi wilayah Indonesia dengan wilayah Malaysia, negri jiran Indonesia. Traveler yang ingin tahu pun bisa singgah dan merasakan pengalaman berbeda seperti berada diantara perbatasan “dua dunia” yaitu antara dua negara di perbatasan sana. Dari sisi letak tempatnya Desa Entikong ada di Kecamatan Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat. Akan tetapi secara geografis, Entikong adalah perbatasan antara Indonesia dengan lokasi Tebedu di Sarawak yang bisa disebut sebagai bagian dari negara Malaysia. Dihimpun oleh salah satu media travel ternama detikTravel, perbatasan antara desa Entikong dan Sarawak di Malaysia disekat oleh gedung perbatasan lalu dihubungkan dengan jalanan yang saling terhubung. Tak heran bila banyak traveler yang jalan-jalan ke Malaysia lewat jalur darat via Entikong karena selain mudah juga penuh dengan sensasi baru.

Namun tak hanya berfungsi sebagai perbatasan antar 2 negara. Traveler pun bisa berwisata di perbatasan dan membandingkan kesenjangan serta kondisi berbeda Indonesia dengan Malaysia. Kami pernah berkunjung ke tempat itu saat belum lama ini. Masuk ke desa Entikong, traveler bakal dimanjakan dengan hawa desa yang adem. Tidak heran, dari sisi kontur tanah Entikong ada di lembah. Sementara di satu bukitnya, berdiri tegak sebuah Tugu Pancasila yang melambangkan negara Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia. Hal selanjutnya yang bisa traveler lihat ialah rumah penduduk yang masih terlihat begitu tradisional dan apa adanya. Sehari-hari, orang-orang Entikong menggantung hidup mereka hanya dengan berdagang dan mengerjakan transaksi jual beli di pasar sekitar.

Berhubung dekat dengan negara Malaysia, tak sedikit warga Entikong yang bepergian ke Malaysia tuk berbelanja. Di Entikong juga dapat dijumpai bermacam-macam produk pangan yang asalnya dari Malaysia. Bila dibandingkan, biaya produk Malaysia pun lebih murah ketimbang produk Indonesia. Miris. Disamping pemukiman penduduk, cuma ada satu jalanan raya di Entikong. Ada pula beberapa jalan kecil yang terkoneksi ke kampung-kampung. Bila mau menuju perbatasan, jarak gerbang desa hingga gedung perbatasan lumayan dekat, sekitar 5 Km. Tapi saat traveler melewati perbatasan lalu melangkahkan kaki ke Tebedu yang telah masuk bagian kawasan Malaysia, tampak jalan yang lebih mulus juga berkontur. Tak dijumpai adanya tempat tinggal di kiri-kanan jalan.

Bila di Entikong tidak ada papan nama, Tebedu punya marak. Tiap kampung mempunyai papan petunjuk dengan jalanan yang serupa bagusnya. Sangat kontras dengan keadaan di perbatasan Indonesia bila dibandingkan. Apabila traveler penasaran dan hendak berkunjung ke perbatasan, Desa Entikong jaraknya 314 Km dari ibukota Pontianak. Bila menggunakan jalur darat, perlu waktu kira-kira 8-9 jam perjalanan dengan alat transportasi. Tapi harus diingat, kalau gedung perbatasan Indonesia-Malaysia beroperasional pukul 07.00-17.00 WIB. Jika mau melintasi perbatasan, usahakan datang sebelum gedung perbatasan tidak buka.